Kamis, 11 November 2010

Libur Panjang, Persija Rencanakan 6 Uji Coba

Persija Jakarta tak akan menyia-nyiakan jeda kompetisi musim ini. Pelatih Macan Kemayoran, Rahmad Darmawan, sudah menyiapkan sederet agenda untuk meningkatkan performa Bambang Pamungkas cs.

Agenda pemusatan latihan timnas telah membuat Liga Super Indonesia (ISL) 2010/2011 dihentikan untuk sementara. Kompetisi tersebut baru bergulir lagi, Januari 2011 mendatang.

Rahmad saat dihubungi VIVAnews, Selasa, 9 November 2010 mengatakan telah memberikan libur selama selama 8 hari kepada para pemain. Saat ini, timnya sudah kembali berlatih seperti biasa. “Untuk Hari Raya Haji, anak-anak kembali saya liburkan selama tiga hari. Namun saya masih menunggu jadwal pastinya,” beber Rahmad.

Rahmad telah menyiapkan berbagai agenda untuk mempersiapkan timnya menghadapi lanjutan Liga Super Indonesia (ISL) 2010/2011, Januari nanti. Selain latihan normal, Rahmad juga menyiapkan sederet uji coba.

Dia membagi latihan dalam dua tahap. Tahap pertama adalah peningkatan kondisi fisik. Menu ini akan diberikan pada pekan ketiga bulan ini.

Tahap kedua, yakni pematangan taktik akan digelar pada pekan keempat. “Sedangkan awal Desember kami sudah masuk pada tahap uji coba. Setidaknya ada enam uji coba yang akan kami jalani,” katanya.

“Lawannya bermacam-macam, mulai dari tim lokal hingga tim ISL yang musim sudah pernah bertanding dengan kami, seperti Pelita, Persela, maupun kalau Sriwijaya FC,” tandas mantan pelatih SFC itu.

Persija masih berada posisi ke-4 klasemen sementara dengan koleksi 14 poin dari 7 laga. Terakhir, Macan Kemayoran ditahan imbang Sriwijaya FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta.

• VIVAnews

Hape Esia Edisi The Jakmania Sudah Dapat dibeli!

The Jakmania punya kiat khusus untuk lebih mendekatkan anggotanya. Juga dengan tim kesayangannya, Persija Jakarta.

The Jakmania dan Bakrie Telecom menjalin kerja sama dengan meluncurkan produk terbaru Esia. Telepon genggam ini khusus diperuntukan buat pendukung fanatik Persija.

Selain dengan penampilan back cover yang Jakmania banget, telepon ini dilengkapi dengan isi menarik seperti wallpaper dan ringtone ala Persija.

Selain itu, Jakmania dapat melalukan telepon dan sms gratis ke sesama “hape Jakmania.” Syaratnya, setelah melakukan pengisian ulang sebesar Rp25 ribu.

Kerjasama ini tentu disambut antusias anggota The Jakmania. Selain dapat memantau aktivitas Persija, kehadiran “hape Jakmania” ini mendekatkan hubungan antar pendukung Persija.

“Kerja sama ini tentu saling menguntungkan. Selain komunikasi antar anggota akan lebih terjalin, produk ini juga terkenal murah,” ujar ketua The Jakmania, Danang Ismartani usai peluncuran “Hape Jakmania” di Jakarta, Selasa 26 Oktober 2010.

Para pendukung Persija dapat memiliki hape ini hanya dengan harga Rp250 ribuan. Padahal, untuk varian sejenis biasanya dijual Rp350 ribu.

“Target terdekat kami terjual 5 ribu unit. Namun, kami juga ingin menjangkau seluruh Jakmania,” ujar Head of Direct Sales & Alternatif Channel Bakrie telecom, Ahmad Bachrudin.

Sebagai gambaran, saat ini anggota aktif The Jakmania mencapai 50 ribu. Sebuah pasar yang menggiurkan tentunya.

Dalam kesempatan itu, Ahmad juga membenarkan jika kerjasama dengan The Jakmania ini juga akan diterapkan pada komunitas-komunitas lokal lainnya.


sumber : www.thejakmania.net

Skuad Timnas Senior Di Piala AFF

Pelatih timnas senior Alfred Riedl telah menetapkan 25 pemain yang akan memperkuat tim Merah Putih di Piala AFF 2010 pada 1-29 Desember mendatang di Jakarta dan Hanoi.

Deputi bidang teknis Badan Tim Nasional [BTN] PSSI Iman Arif mengatakan, ke-25 pemain itu tidak mengalami perubahan hingga pelaksanaan Piala AFF nanti. Pergantian hanya dilakukan bila ada pemain yang mengalami cedera.

Awalnya BTN telah mengirimkan 30 nama ke panitia Piala AFF untuk skuad timnas. Dengan penetapan 25 pemain itu, maka lima pemain yang tak terpilih berstatus 'stand by'.

Lima nama yang tak masuk ke dalam daftar 25 pemain adalah kiper Persiba Balikpapan I Made Wirawan, bek Supardi [Sriwijaya FC] dan Yesaya Desnam [Persiwa Wamena], serta striker Johan Juansyah [Persijap Jepara] dan Dendi Santoso [Arema Indonesia].

“Kelima pemain itu tidak kami coret. Mereka akan tetap masuk ke dalam skuad jika ada pemain yang cedera menjelang atau ketika Piala AFF digulirkan. Ini juga untuk mempermudah pergantian pemain saat Piala AFF berlangsung,” ujar Iman.

Pelatnas Piala AFF tahap terakhir akan dimulai pada 8 November. Serangkaian uji coba sudah disiapkan menjelang turnamen dua tahunan tersebut.

Skuad Piala AFF 2010:
Kiper: Markus Horison [Persib Bandung], Ferry Rotinsulu [Sriwijaya FC], Kurnia Meiga [Arema Indonesia].
Belakang: Zulkifli [Arema Indonesia], Benny Wahyudi [Arema], Nova Arianto [Persib], Maman Abdurahman [Persib], Hamka Hamzah [Persipura Jayapura], M Roby [Persisam Samarinda], M Nasuha [Persija Jakarta], Slamet Riyadi [Persela Lamongan].
Tengah: M Ridwan [Sriwijaya FC], Arif Suyono [Sriwijaya FC], Toni Sucipto [Persija], Firman Utina [Sriwijaya FC], Eka Ramdani [Persib], Ahmad Bustomi [Arema Indonesia], Hariono [Persib], Oktovianus Maniani [Sriwijaya FC], Oktavianus [Persija].
Depan: Christian Gonzales [Persib], Irfan Bachdim [Persema Malang], Boas Salossa [Persipura], Bambang Pamungkas [Persija], Yongky Aribowo [Arema].

Selasa, 09 November 2010

PERDAMAIAN ANTAR SUPORTER OLAH RAGA DI DUNIA MAYA DAN DUNIA NYATA

“ Sering kali kita baca tulisan-tulisan komentar di Media, Blog maupun di Situs – situs ditulis dengan bahasa yang sangat kasar, tidak sopan, kotor dengan penuh makian “

Suporter Olah Raga adalah mahluk hidup yang tidak lahir sekonyong-konyongnya tanpa adanya eksistensi Suporter Olah Raga lain (bahkan eksistensi element kehidupan lainnya). Setiap harinya hidup kita berhubungan langsung dengan Suporter Olah Raga dari latar kebudayaan berbeda, latar agama berbeda, latar sosial berbeda dan berbagai perbedaan lainnya. Tanpa kehadiran Suporter Olah Raga lainnya, secara langsung atau tidak langsung, hidup kita sebagai individu tidak tercipta, berjalan dan berkembang. Oleh karenanya, kehidupan berjalan karena adanya Suporter Olah Raga lainnya yang hidup selalu berdampingan satu sama lainnya.

Suporter , saya, Anda dan yang lainnya, berbeda satu dengan yang lainnya. Berarti bisa diartikan bahwa kehidupan antar Suporter Olah Raga berjalan karena adanya perbedaan. Perbedaan, sudah menjadi sifat dasar kehidupan yang sangat natural untuk tumbuh dan berkembang. Jadi perbedaan antar Suporter Olah Raga tidak bisa dihilangkan, karena hidup dibentuk oleh berbagai aspek yang berbeda - berbeda.

Jika dilihat dalam skala lebih besar, di luar antar supporter Olah Raga, ada eksistensi alam semesta. Dalam konteks perbedaan, berbagai perbedaan dalam alam semesta tersebut diwakili dengan berbagai element kehidupan, berbagai komponen. Kehidupan antar Suporter hanyalah salah satu komponen kehidupan. Dan kembali lagi, salah satunya lagi adalah supporter olah raga, yaitu kita. Jadi, pada dasarnya,kehidupan kita adalah bagian dari kehidupan antar supporter lainnya dan bagian dari berbagai aspek, element serta komponen kehidupan lainnya di alam semesta ini.

Demikian juga berarti, kehidupan supporter olah raga lainnya beserta berbagai element,aspek dan komponen kehidupan antar Suporter Olah Raga, adalah bagian dari kehidupan kita. Oleh karenanya untuk membuat kehidupan antar Suporter Olah Raga di alam semesta ini berjalan, kita beserta semua Suporter Olah Raga lainnya berserta semua aspek, element serta komponen yang ada dalam alam semesta sesungguhnya saling membutuhkan, dan saling memberi impact satu dengan lainnya. “"Hanya karena di dunia cyber kita tidak terlihat (apalagi wajah dan nama bisa disembunyikan) bukan berarti kita sesama Suporter Olah Raga yang cinta perdamaian dan persahabatan bukan berarti menjadi bebas memaki antar sesame supporter olah raga bukan?

Untuk menjaga jalannya kehidupan antar sesame Suporter Olah Raga, dalam konteks kita sesama Suporter Olah Raga, maka salah satu caranya adalah menjaga adanya perdamaian. Yaitu kehidupan harmonis terhadap satu dengan yang lainnya. Bahkan jika mau diperbesar lagi skalanya, sesungguhnya kehidupan harmonis yang hendaknya tercipta untuk kehidupan bukanlah hanya keharmonisan sesama Suporter Olah Raga di bumi Indonesia dengan alam semesta. Namun marilah kita persempit kembali dengan kehidupan antar sesama Suporter Olah Raga di Indonesia terlebih dahulu agar pembahasan tidak menjadi lebar.

Berarti kita di titik ini sudah mengerti, bahwa untuk menjaga jalannya kehidupan sesama Suporter Olah Raga di Indonesia kita hendaknya menjaga kehidupan yang harmonis dengan siapapun. Kembali lagi kepada topik terdahulu tadi (mengenai bahwa kehidupan terbentuk dari adanya perbedaan), maka berarti demi berjalannya keharmonisan dalam hidup, sudahlah menjadi esensinya, untuk menerima perbedaan yang ada antara Suporter Olah Raga yang satu dengan Suporter Olah Raga lainnya di bumi Indonesia bahkan di dunia Internasional.

Jadi jika dirunut seperti ini: berbagai element /komponen/aspek berbeda membentuk kehidupan --> menjaga jalannya kehidupan dengan menerima adanya berbagai element/komponen/aspek berbeda --> salah satu caranya adalah dengan menjaga perdamaian --> perdamaian dimulai salah satunya dengan cara menciptakan kehidupan harmonis.

Kehidupan harmonis bagaimana cara membangunnya? Ya dengan penuh kesadaran menerima bahwa sesama supporter olah raga pada dasarnya semua berbeda. Latar setiap suporter berbeda. Yang membentuk seorang Suporter Olah Raga itu berbeda dengan Suporter Olah Raga lainnya.

Jadi, sebenarnya setiap kelompok Suporter Olah Raga mempunyai pemikiran yang berbeda. Tidak ada yang paling benar. Jika saja kita mau meletakan diri dalam perspektif suporter lain, maka apa yang kita sebut ‘salah’ dimata suporter lain bisa menjadi ‘benar’. Begitupun sebaliknya. Jadi kita tidak perlu ngotot merasa paling benar terhadap pandangan kita. Kesediaan hati kita untuk melihat dari perspektif suporter lain, sudah membuat diri kita mempunyai kesediaan untuk mengerti pihak lain. Kesediaan untuk ‘melangkah’ lebih jauh untuk menerima suporter lain itulah yang merupakan salah satu modal menciptakan kehidupan yang harmonis.

Sekarang ini, di jaman sekarang ini, Suporter Olah Raga di Indonesia sering berkomunikasi melalui berbagai media. Kita tidak lagi hanya berkomunikasi melalui pertemuan secara langsung, tapi juga tidak langsung, misalnya melalui jalur telepon dan internet. Dalam dunia cyber, sering sekali kita berkomunikasi dan berinteraksi dalam sebuah situs atau blog. Anda pasti melakukannya bukan? Sekarang ini, saya sedang berkomunikasi dan menjalin koneksi dengan Anda, karena Anda membaca tulisan saya. Pada saat Anda menulis komentar di bawah ini, maka Anda menjalin komunikasi dan membangun koneksi dengan saya.

Sejak kecil, kita sering kali di ajari orang tua untuk memiliki sopan santun pada saat bertemu orang / Suporter Olah Raga lain. Namun sering kali dan banyak sekali kita baca tulisan-tulisan komentar di blog maupun situs, ditulis dengan bahasa kasar, kotor penuh makian dan lain sebagainya.

Pertanyaannya sering terucap adalah:

Apakah menciptakan hubungan harmonis antar sesama Suporter Olah Raga di bumi Indonesia bahkan di dunia Internasional hanya berlaku di dunia off line saat kita bertemu muka? Jika kita hanya ‘sopan’ saat bertemu muka tetapi berkata kasar, kotor dan penuh makian serta penghakiman saat di dunia on line, apakah kesopanan kita saat off line itu benar tulus atau dibuat-buat? Dan apakah kemudian kita mengerti sepenuhnya bahwa menjaga keharmonisan dan perdamaian antar sesama Suporter Olah Raga tidak memandang apakah itu off line/tatap muka langsung atau oin line?

Hallo ….. Hanya karena di dunia cyber kita tidak terlihat dan merasa lebih bebas berpendapat (apalagi wajah dan nama bisa dsisembunyikan) bukan berarti kita sesame Suporter Olah Raga di bumi Indonesia bahkan di dunia Internasional menjadi bebas memaki, bukan? Bukan berarti kita bisa sembarangan bukan?

Kesopanan tidak memandang konteks off line atau on line. Menjaga keharmonisan, rasa menghargai satu dengan yg lainnya sesungguhnya tidak memandang apakah itu on line atau off line. Hanya karena orang tua kita jaman dahulu tidak memakai internet seperti kita, pesan mereka untuk tetap menghargai orang lain tetaplah berlaku.

Sekali lagi akan saya katakan: hallo …. Jangan karena di dunia cyber, dengan sebutan anonymous, wajah tidak terlihat, nama disamarkan, lalu jadi berani berkata kasar, kotor dan memaki-maki di dunia cyber. Jika kita melakukan hal tersebut berarti kita belum mengerti sepenuhnya pelajaran sekolah yang selama ini mengajarkan untuk hidup ‘ bergandengan tangan’ satu sama lain. Berarti kita belum mengerti nilai yang diajarkan orang tua kita mengenai MENGAPA kita harus punya SOPAN SANTUN.

Sopan santun tidak diciptakan untuk kepalsuan, tapi untuk menciptakan kehidupan harmonis. Untuk menciptakan perdamaian. Akuilah: kita pada dasarnya berbeda satu dengan yang lain. Akulah: dari semua perbedaan tersebut, kita sama-sama manusia. Disatu titik, adanya pengertian mendasar ini hendaknya membuka juga mata hati kita untuk TIDAK mendalami hobby yang satu ini: MENGHAKIMI. Sering sekali kita lihat di berbagai situs maupun blog, ada saja komentar penuh penghakiman dari pengguna internet. Bahkan penghakiman tersebut masih diberi ‘bunga’ dengan berbagai kata-kata kasar dan kotor, atau makian.

Saya dan banyak orang juga mempertanyakan apakah yang menulis seperti itu sudah merasa dirinya paling sempurna, paling hebat atau paling suci hingga merasa bisa menghakimi orang lain, plus dengan embel-embel makian. Bahkan juga menimbulkan pertanyaan: apakah orang yang melakukan hal seperti ini pada saat tatap muka langsung akan bertindak sopan/tidak. Ada yang mempunyai double standard: saat di dunia on line perkataanya kasar, tapi saat bertatap muka langsung penuh dengan sopan santun. TWISTED! Berarti sopan santunnya belum atas pengertian yang tulus untuk menjaga kehidupan yang harmonis.

Pada dasarnya, kembali lagi, setiap manusia berbeda. Terimalah. Untuk bersedia lebih jauh mau mengerti sebuah konteks pemikiran orang lain, adalah sebuah usaha yang significant untuk menciptakan kehidupan antar Suporter Olah Raga yang lebih harmonis. Anda, bisa melakukan perubahan. Bahkan melalui blogging, Anda bisa mensupport perdamaian antar Suporter Olah Raga di bumi Indonesia bahkan di dunia Internasional. Mensupport sebuah kehidupan yang harmonis. Hanya dengan hal yang luar biasa sederhana. Misalnya: memberi komentar dalam sebuah blog atau situs tanpa penghakiman, tanpa makian, tanpa kata-kata kasar dan kotor.

Sederhana bukan? Hanya kita sendiri yang bisa membuat perubahan. Dan itu dimulai dari diri kita sendiri. Jika, dalam konteks blogging, kita sudah membiasakan diri menulis dan menyapa dengan bahasa yang sopan, halus, bisa memberikan komentar atau beropini tanpa bersifat menghakimi, bisa menjalin hubungan dengan sesama pengguna internet serta bloggers di dunia blogosphere dengan baik, maka berarti kita sudah mensupport terciptanya perdamaian antar Suporter Olah Raga di bumi Indonesia dan di dunia Internasional. Mensupport terciptanya kehidupan harmonis. Jika Anda melakukan kesediaan untuk menerima perbedaan, mulai dari lingkungan keluarga, teman, lingkungan kantor, bahkan hingga dunia cyber, berarti Anda adalah duta perdamaian antar Suporter Olah Raga di bumi Indonesia dan di dunia Internasional itu sendiri.

Ingatlah kita tidak hanya harus menjaga kehidupan harmonis dengan supporter Olah Raga yang kita kenal, tapi yang tidak kita kenal sekalipun. Kenapa? Karena pembahasan yang sudah dibahas diawal tadi: kehidupan terlahir dan terbentuk dari berbagai aspek, element serta komponen yang berbeda. Tanpanya , hidup tidak berjalan. Anda, saya dan siapapun Suporter Olah Raga pada dasarnya saling membutuhkan. Like it or not, accept it.

Senin, 08 November 2010

The Jakmania Galang Dana Amal

Jakarta – Kelompok suporter Persija Jakarta, The Jakmania, tak mau ketinggalan dengan banyak elemen masyarakat lain, menggalang dana amal untuk membantu korban letusan Gunung Merapi.

Aksi penggalangan dana itu dilakukan pada Minggu (7/11/2010) pagi di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, pukul 7 sampai 9. Sumbangan yang terkumpul dari warga Jakarta yang melewati kawasan tersebut sekitar Rp 700 ribu.

Total, seperti diuraikan ketua umum The Jakmania, Danang Ismartani, dana yang sudah berhasil dikumpulkan pihaknya sampai hari ini sekitar Rp 12-14 juta. Jumlah itu didapat dari program aksi solidaritas The Jakmania, yang sudah dilakukan sejak seminggu lalu, yang juga disosialisasikan lewat situs resmi mereka, dan akun-akun jejaring sosial seperti Facebook dan twitter.

“Kami sudah menggalang dana dari suporter kami sejak pertandingan Persija melawan Persib di Gelora Bung Karno (30/10), lalu di pertandingan berikutnya melawan Sriwijaya FC (3/11). Kami masih akan membuka dompet sosial ini paling tidak sampai minggu depan, sebelum tim kami berangkat ke Yogya,” ujar Danang dalam bincang-bincang dengan detiksport.

“Ini adalah sebuah bentuk kepedulian kami buat saudara-saudara kita yang sedang ditimpa musibah. Selain kita satu bangsa, masyarakat Yogya dan sekitarnya tidaklah asing buat The Jakmania. Kami sudah sering merasakan keramahan mereka. Apa yang sedang mereka saat ini, kami merasakannya pula.”

Ditambahkan Danang, uang yang sudah terkumpul sejauh ini tidaklah terlalu besar jika dibandingkan dengan penderitaan para korban. Namun, mereka akan mencoba memaksimalkannya dengan membantu menyuplai barang-barang yang dibutuhkan.

“Kami terus berkoordinasi dengan teman-teman di Yogya, Klaten, Boyolalli dan Magelang. Mereka menginventarisir kebutuhan-kebutuhan apa yang bisa kami bawa dari Jakarta. Saat ini kami lebih berkonsentrasi bukan pada pangan, tapi sandang dan kesehatan warga yang menjadi korban letusan Gunung Merapi,” lanjut Danang.

Kamis, 04 November 2010

UNDANG-UNDANG DASAR REPUBLIK JAKMANIA TAHUN 1928

UNDANG-UNDANG DASAR REPUBLIK JAKMANIA TAHUN 1928

” Pembukaan”

Bahwa kami adalah “JAKMANIA” berjanji anak selalu mndukung PERSIJA JAKARTA,dan karna sebab itu VIKING,BONEK maupun NJ harus di musnahkan karna tidak sesuai tingkah laku mereka di Indonesia.

Dan pengorbanan “THE JAK MANIA” telah sampailah kepada saat yg berbahagia dengan terdegradasinya PERSEBAYA ke DIVISI UTAMA dan tewasnya para BONEK MANIA,dengan itu membuat persepak bolaan negeri ini menjadi anti ANARKI.

Berkat para sekutu kita dengan di motivasi oleh AREMANIA,PASOEPATI,LA MANIA, maupun SLEMANIA,supaya persaudaraan kita makin kuat maka kita harus memusnahkan para VIKING di Indonesia.

Kemudian dari pada ini untuk membentuk suatu pertandingan yang FAIR PLAY yang saling damai dan tidak rusuh,dan untuk memajukan persepak bolaan Indonesia di mata Internasional maka disusunlah Kemerdekaan Anti Para Bonek Maupun Viking yang di susun dalam Pertandingan Yang Fair Play Tanpa Viking Dan Sekutunya berdasarkan Kedamaian Yang Abadi, Keseporteran Yang Tidak Rasis dan Anarkis, Persahabtan Tanpa Provokator, . Maka dengan ini kami “JAKMANIA” menyatakan kemerdekaan tanpa BONEK alias BODOH NEKAD.

Jumat, 17 September 2010

free counters